12 November 2019

Berpikir Positif, Semangat Positif Akan Menghasilkan Energi Positif


Aku terbiasa hidup tanpa ketergantungan dengan orang lain,  meskipun terkadang aku juga butuh orang lain untuk mensupport aku dalam segala arena kehidupan.

Aku bukanlah seorang malaikat yang bisa hidup sendiri,  dan aku juga manusia biasa tanpa bisa hidup sendiri. Meskipun aku pernah menghadapi masa - masa sulit.


"Lupakan itu semua, masih ada Allah Swt yang selalu bersamaku" Pikirku pagi ini. Dan tentunya aku harus semangat positif,  agar segala energi positif aku tetap menyelinap dalam darahku.


Terkadang ku juga memiliki emosional yang tidak bisa terkendali,  lagi - lagi aku berfikir,  untuk apa aku harus membina emosional yang tidak berujung,  membangun mental negatif dan terbiasa mengikutinya.

Aku kembali berfikir sejernih hati,  sejernih pikiran dan sejernih hati seperti seorang bayi yang dilahirkan ke dunia. "Selalu membangun mental positif,  membangun jiwa positif,  sehingga menghasilkan energi positif" hanya itu terpikir bagiku pagi ini.

Ketika aku menulis sepenggal tulisan yang tidak berharga ini,  sebuah tulisan yang di anggap tidak bermakna ini. Aku belajar setiap peristiwa yang ada di lingkungan, belajar dari cara - cara orang berfikir dilingkungan aku. "Apakah sebenarnya yang ada di masing - masing pikiran mereka saat ini? Tentunya bermacam macam,  haha" , pikirku singkat lalu menerawang.


Berbicara tentang kehidupan tidak akan pernah selesai,  berbicara tentang liku - liku kehidupan, tentunya membutuhkan waktu yang sangat lama. Tinggal bagaimana diri kita masing - masing menyikapi dengan berfikir luas,  berhati bersih,  dan juga berfikir jernih.


Jangan sampai diri aku ini di kendalikan oleh diri aku sendiri. Hanya aku yang bisa mengendalikan diri dalam situasi dan medan apapun. Dan terkadang aku juga pernah dikendalikan oleh diriku sendiri, tanpa aku bisa mengontrolnya.

Disebuah ruangan kosong,  hanya ada tumpukan perangkat dan kotak kosong. Disini sunyi,  yang aku dengar hanya suara lalu lalang kendaraan di luar sana.

Aku terus memainkan jemari - jemariku dalam sebuah tulisan untuk cerita pagi ini, Rabu (13/11). Tanpa ada segegelas kopi ataupun teh ataupun segelas air putih di depanku. Yang ada hanya dinding putih yang sudah kelihatan kotor akibat debu.


Lalu aku berfikir lagi, "pagi ini apa yang harus aku lakukan? ". Aku bingung harus memulai dari mana. Sementara tumpukan berkas harus aku paparkan hari ini, Detik - detik audit internal akan berlangsung sebentar lagi.

Memang aku sudah memiliki segudang jawaban yang akan aku sampaikan nanti. Namun aku harus membuktikan dengan berkas - berkas yang sudah aku siapkan. "Tetap semangat, brow" haha


Lupakan masalah audit. Pastinya, mau tidak mau,  tentunya segala yang akan terjadi harus di ikuti. Jika kita sudah benar dalam bertindak,  jujur dalam bersikap dan ikhlas dalam berkarya. "Tentunya aura positif selalu menempel di pikiran siapapun", pikir aku.

Berfikir positif akan menghasilkan energi positif. Teruslah berfikir positif,  sehingga aura positif selalu menyatu dalam raga kita. Be strong for future.
Read more

Kopi Situjuah Payakumbuh, Termasuk Salah Satu Jenis Kopi Eksport Terbaik Di Dunia

Para pecinta kopi dimanapun teman - teman berada. Kali ini saya akan sedikit bercerita tentang salah satu kopi yang terkenal di Payakumbuh. Nama kopi yang saya maksud adalah Kopi Situjuah Payakumbuh (Kopi Situjuh Payakumbuh). Kopi Situjuah Payakumbuah adalah salah satu Aroma Kopi Asal Sumatera Barat yang di Produksi dan dihasilkan dari salah satu Nagari / Desa yang merupakan masuk pada Kabupaten Limah Puluh Kota.


Kopi Stujuah Payakumbuh merupakan jenis Kopi Arabica yang merupakan kopi hasil para petani di sekitaran Gunung Sago disalah satu nagari Situjuah banda dalam Lima Puluh Kota yang di kelola oleh petani dan mulai di budidyakan semenjak tahun 2008.

Menurut sumber yang saya dapatkan dari ysalma.com, bahwa kopi Situjuah Payakumbuh memiliki ciri khas yang unik yaitu lebih rencah kafein dari pada kopi robusta. Sangat setuju sekali bahwa kopi Situjuah Paykumbuh termasuk salah satu kopi tradisonal terbaik di Sumatera Barat.


Kopi arabica memang jenis kopi yang di budidayakan di daerah ketinggian, jadi layak kita katakan bahwa kopi arabica termasuk jenis kopi terbaik dari kopi robusta. Atau boleh dikatakan bahwa kopi jenis arabica kopi kelas nomor satu pada jenis kopi yang ada.

Infonyanya Kopi Situjuah tumbuh sangat subur di daerah Situjuah dan mendapatkan hasil terbaik. Sehingga sangat membantu juga untuk perekonomian para petani yang ada di daerah Situjuah Payakumbuh.


Demikian sekilas kopi Situjuah Payakubuh yang dapat saya ceritakan siang ini, teman - teman dapat dengan mudah menemukan Kopi Situjuah ini di Kota Payakubuh. Silahkan teman - teman menemukan idaman kopi Situjuah Payakumbuah, sambil menikmati aneka kuliner Payakumbuh.
Read more

Ada Yang Minta Artikel Romantis, Di Coba Gak Ya??

Ilustrasi Gambar: travel.kompas.com
Malam ini aku melanjutkan cerita lagi ya para teman - teman blogger. Sebuah request dari seseorang dari tulisan yang aku publish dari blognotes.

Cerita konyol mulai di referensikan. Cerita romantis yang mungkin bisa di publish di artikel blognotes berikutnya. Haha


Aku jadi bingung harus mulai dari mana? Aku tidak terbiasa merangkai kata - kata romantis. Yang aku biasa hanya merangkai kata tentang perjalanan,  nongkrong dan bahkan saat aku melihat suatu tempat yang membuat aku tertarik. Barulah aku publish.

Aku bukan type laki - laki romantis,  namun aku hanya type lelaki apa adanya. Jika ada yang suruh aku menulis cerita romantis,  maka aku harus belajar 100 tahun lagi. Haha

Aku coba notes dulu apa yang disampaikan,  namun aku masih belum bisa merangkai kata demi kata tentang cerita romantis.


Sampai beberapa penggal cerita ini aku publish,  aku masih belum bisa merealisasikannya. Dan aku tidak tahu mau mulai dari mana?  Haha

Aku lebih suka menulis tentang hobby tentang perjalanan saja,  atau mungkin tempat - tempat yang indah - indah atau restoran atau tempat nonngrong.

Memang cerita tentang itu yang bisa aku publish. Dan setiap ketikan jemariku mengalir seperti air mengalir. Dan bila masanya tiba,  mungkin cerita romantis yang di request,  aku akan publish. (joyun)
Read more

Penerbangan Dari Jambi Ke Padang, Cuaca Kurang Baik.

Jambi (12/11), Beberapa menit transit di Bandar Udara Jambi,  Wing Air melanjutkan perjalanan menuju kota Padang di Bandar Udara Internasional Minang Kabau.

Penerbangan kali ini benar - benar menguji nyali aku menempuh penerbangan dengan cuaca yang kurang baik.


Selama penerbangan aku benar - benar tidak bisa konsentrasi. Pesawat yang aku tumpangi harus menempuh kabut asap dan gumpalan awan yang gelap.

Untung saja pilot yang membawa pesawat yang aku tumpangi dengan tenang menghadapi cuaca yang kurang baik.

Untuk menghilangkan kecemasan aku kali ini,  aku mencoba membaca membaca sebuah buku yang aku beli saat lelang buku di Kopi Batigo support by gramedia

Setidaknya aku ada mainan selama penerbangan sampai ke kota padang. Dan lagi - lagi aku tidak dapat konsentrasi. Hehe.


Untung ada seorang utusan owner Hotel Emersia dari Lampung yang dapat aku jadikan teman ngobrol sampai kami mendarat di padang dengan selamat.

Panjang lebar kami bercerita, akhir cerita pas mendarat di Bandar Udara Minang Kabau, aku bertanya "nama bapak siapa? " tanya aku. Lalu beliau menjawab "Baktiar" katanya.
Akhirnya kami melanjutkan perjalan sesuai tujuan masing. Beliau melanjutkan perjalanan ke Batu Sangkar dan aku melanjutkan perjalan ke padang.

Itulah pengalaman aku terbang bersama Wing Air pada hari ini,  bagi juga donk,  perjalanan anda? (joyun)
Read more

Bersama Wing Air, Aku Berasa Di Negeri Di Atas Awan

Lampung (12/11). Penerbangan aku dari Lampung dengan menggunakan Wing Air sudah lepas landas dari Banda Udara Lampung menuju Bandara Internasional Minang Kabau.

Pada penerbangan aku tadi siang cuaca kurang baik. Setelah pesawat yang aku tumpangai menembus awan - awan tebal yang harus di tempuh oleh pesawat berjenis ATR.

Dari ketinggian aku melihat kebawah,  keindahan alam menuju bandara jambi dapat aku nikmati dengan sepuasnya.


Meski cuaca kurang baik,  aku menikmati banget selama penerbangan. Kumpulan awan yang indah aku padangi dari jendela pesawat.

Sesekali pesawat kami menerobos kumpulan awan yang berwarna putih salju dengan goncangan yang lumayan kencang juga getarannya.
Kembali dari pramugari meng infokan "lampu sabuk pengaman di nyalakan,  harap kepada para penumpang kembali ke tempat duduk masing - masing,  cuaca kurang baik " imbuh pramugari.

Mulai lagi ekspresi dari para penumpang menjadi tegang,  akupun ikut cemas juga sebenarnya. Hehe


Hampir sejam lebih pesawat yang aku tumpangi mengudara melewati gerombolan awan. Sesekali aku kembali melihat kebawah,  yang ku lihat hanyalah sekumpulan awan putih dan awan abu - abu.

Akhirnya beberapa menit kemudian,  pesawat yang kami tumpangi sampai juga di bandara sultan thaha di Jambi. Saatnya istirahat sejenak menunggu penumpang lain memasuki pesawat, penerbangan ke padang. (Joyun)
Read more

Menikmati Secangkir Kopi Ketje Di Bandara Radin Inten II, Lampung

Lampung (12/11), Bersama teman - teman di kota Lampung, aku menikmati secangkir kopi di kopi ketje di Bandara Radin Inten II, pas dalam area keberangkatan penumpang pesawat domestik maupun internasional.


Sebuah kedai kopi yang terletak di kawasan bandara yang menyediakan berbagai menu minuman kopi dan makanan ringan yang sudah disediakan.

Waktu sudah menunjukkan jam 12.31 wib,  saatnya aku melakukan check in, agar aku tidak ketinggalan pesawat.

Hampir sejam aku menunggu giliran di panggilan untuk keberangkatan, akhirnya berangkat juga.

Penerbangan aku siang (13.30) menuju padang dengan menggunakan pesawat  wing ATR 72-500, transit Bandara Jambi, Sultan Thaha namanya. (Mohon koreksi ya teman - teman, jika aku salah penamaan). Hehe


Dalam pesawat Wing (Lion Group) penumpang saat ini tidak sampai 20 orang. Sebuah pesawat yang menurut aku enak juga di tumpangi.

Tulisan singkat ini,  akan aku publish saat aku sudah sampai di padang saja. Karena selama di bandara aku tidak bisa membuka laptop mungil aku.

Penerbangan aku mulai start,  dan see you next time. (joyun)
Read more

11 November 2019

Menjelang Jam 10 Pagi, Sarapan Di Hotel Radin Inten Syariah, Lampung

Lokasi - Resto Hotel Radin Syariah, Lampung
Lampung, Selasa (12/12),10.06 Wib. Seperti biasa di setiap hotel selalu menyediakan sarapan pagi bagi para tamunya. Demikian juga Hotel Radin Inten Syariah, Lampung.

Pagi ini aku memang agak terlambat sarapan pagi,  biasanya tamu hotel jam 07.00 Wib sudah sarapan pagi. Namun aku baru mulai sarapan pagi jam 09.46 wib.


Keterlambatan sarapan bukan karena aku telat bangun,  namun karena aku harus chek in online dulu tiket penerbangan aku ke Padang hari ini dengan Wing Air (Transit Jambi, Brow) . Dan di lanjutkan menonton acara televisi yang ada di Indosiar (hampir lewat sarapan pagi dech), Hehe
Lokasi - Resto Hotel Radin Syariah, Lampung
Karena batas waktu sarapan sesuai info dari resepsionis hotel ketika petama kali aku chek in,  ia menyampaikan "Jam sarapan di buka sampai jam 10 pagi".

Aku baru pertama kali menginap di Hotel Radin Inten Syariah,  pertama tama aku juga bingung lokasi sarapannya dimana, ya? "sambil melihat kiri kanan, mana tahu kelihatan. "

Langkah pertama yang aku lakukan adalah aku turun saja dulu ke lantai satu paling sampai di resepsionis, aku tanya lagi,  "ungkap dalam hatiku". Hehe


Benar ternyata,  pas aku sampai dibawah,  aku bertanya lagi?  "bang,  sarapan pagi hotel,  dimana ya?"

Reseptionis menjawab "Sarapan hotel ini,  di lantai tiga bang". Padahal,  kamar 314 (Nomor Kamar yang aku tempati), pas persis didepannya adalah tempat sarapan pagi hotel. Naik lagi dech ke lantai 3, untung hotel ini ada liff nya. Jadi tidak perlu menaiki tangga lagi sampai 3 lantai,  haha.

Saat uku menulis cerita pagi ini,  aku baru saja selesai sarapan pagi di hotel ini. Secangkir teh hangat, sepiring nasi putih dengan lauk pauk lengkap dan segelas air putih, menemani sarapan pagi aku hari ini.
 Lokasi - Resto Hotel Radin Syariah, Lampung
Jika aku perhatikan design interior,  kebersihannya,  pelayanannya. Menurut aku lumayan bagus.

Tata ruangan,  tata letak kursi dan suasana sarapan pagi di sini lumayan nyaman. Apalagi, jika aku lihat bagian luar  jendela (tempat aku sarapan pagi, Hotel Radin Syariah) terletak versis dekat dari kawasan bandara. Paling jarak hotel tempat aku menginap sekitar 300 meter. Karena di batasi pembatas Bandara dan pohon - pohon sekitar bandara.


Lokasi - Resto Hotel Radin Syariah, Lampung
Demikian kisah sarapan aku pada pagi hari ini, di Lampung,  menjelang siang keberangkatan lagi ke Kota Padang. Ikuti terus aku di BlogNotes, dengan cerita menarik di sepanjang perjalananku. (Joyun)
Read more

Menikmati Makan Malam Di Restaurant Begadang, Branti, Lampung

Lampung,  Senen (11/11) Di Restaurant Begadang.
Malam ini adalah hari pertama aku bermalam di kota Lampung. Sebuah kota yang aku kunjungi kali kedua,  sejak tahun 2010, ketika aku masih menjadi mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi yang berada di Pulau Jawa.

Pertama kali aku menginjakkan kaki ke kota Lampung saat aku bimbingan tugas akhir dengan seorang dosen, ketika aku mengambil mata kuliah administrasi Bisnis saat aku menjadi seorang mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhir.


Malam ini aku kembali ke kota Lampung,  kali ini justru berbeda. Aku kembali menginjakkan kaki ke Kota Lampung dalam rangka tugas dari kantor tempat aku bekerja.

Aku mendarat di kota Lampung sekitar jam 14.30 waktu indonesia bagian barat (wib). Lanjut meeting disalah satu perusahaan yang ada di kota lampung (Maaf aku tidak dapat menyampaikan dalam artikel ini,  dengan perusahaan apa aku melakukan meeting). Nama perusahaan tidak aku publish,  atas permintaan user, yang aku temui tadi siang.

Selesai meeting sekitar jam 16.00 wib,  lalu aku putuskan untuk mencari sebuah hotel dulu, akhirnya aku temukan juga sebuah hotel berkat bantuan temanku,  sadewo namanya.Beliau bekerja di salah satu kementrian yang ditugaskan di kota Lampung.

Hotel Radin Intan Syariah adalah tempat aku istirahat malam ini,  sebuah hotel yang lumayan bagus menjadi pilihan aku untuk menghabiskan malam dan istirahat di kota lampung.

Jam sudah menunjukkan jam 21.01 wib,  aku juga sudah merasakan lapar. Aku bingung mau cari makan dimana,  karena aku tidak tahu seluk beluk rumah makan ataupun restoran di kota lampung. Lagian, aku juga ga ada kendaraan. Kecuali gojek atau Gocar. Haha


Aku putuskan untuk keluar mencari makan,  iseng - iseng aku bertanya pada reseptionis hotel. "Bang,  rumah makan dekat hotel ini dimana ya? " ungkap aku.

Dengan senyum yang ramah,  ia menjawab " di sebelah hotel ini,  ada kok bang,  Restoran Begadang namanya" ungkap reseptionis hotel.

Sebelum menuju rumah makan,  aku singgah sebentar ke ATM di lingkungan hotel. Biasa,  kalau di rantau orang ga ada uang ya ga makan. Hehe.
Karena Restoran Begadang masih dilingkungan hotel,  aku jalan kaki saja untuk sampai di rumah makan yang menjadi target makan malam aku malam ini.

Selesai makan malam,  aku penasaran. Dan akhirnya aku mencari kode - kode dari rumah makan ini. Menu apa saja yang disediakan dan apa nama rumah makannya? "efek karena sibuk,  sering lupa juga aku apa nama rumah makannya", namanya saja memory sudah mulai error, selepas meeting siang ini. Haha


Kode pertama aku temukan. Sebuah kertas pembuskus sendok pada sebuah tempat menaroh sendok makan. Akhirnya aku buka perlahan lahan, pembungkus sendok tersebut. Lalu aku temukan sebuah nama "Restaurant Begadang,  masakan Padang dan Sunda,  Jl. Raya Branti Km. 27, Telp 0721- 91449, Branti - Lampung"

Kebiasaan aku lupa update artikel,  jika aku tidak mengetik kata demi kata di notepad handphone yang biasa aku pegang. Jika besok aku rangkai kata demi kata,  momentnya tidak ketemu lagi. Hehe
Akhir cerita,  mulailah aku rangkai kata demi kata,  kalimat demi kalimat. Hingga menjadi sebuah artikel yang siap teman - teman baca di BlogNotes, blog pribadi yang aku punya.

Ketika aku fokus,  memang aku tidak terbiasa di ganggu oleh nomor - nomor yang tidak penting, kecuali orang - orang terdekat dan teman - teman yang aku kenal, telpon pasti aku angkat. Haha.

Berhubung jam sudah menunjukkan jam 23.00 wib,  aku putuskan untuk kembali lagi ke hotel ( Radin Intan Syariah), tempat aku istirahat malam ini.


Karena besok aku harus kembali lagi ke Kota Padang,  penerbangan jam 13.30 wib,  dengan Wing Air (Lion Group). Maaf teman - teman,  cerita aku cukup sampai disini malam ini ya. Jangan lupa singgah di Rumah Makan Begadang,  jika teman - teman juga berkunjung ataupun melaksanakan tugas ke Kota Lampung. Wkwkwk

Demikian celoteh malam ini bersama aku,  BlogNotes untuk anda dan untuk kita semua. Salam dari aku "Joyun". Terimakasih.
Read more

Dinamika Penerbangan Dari Kota Padang, Transit Kota Batam, Hingga Ke Kota Lampung

Lampung - Senen (11/11), di sebuah ruang kecil dengan cahaya yang cukup terang. Aku kembali merangkai kisah perjalanan aku hari ini,  dari Kota Padang, kemudian transit ke Bandara Internasional Hang Nadim, Kota Batam. Dan lanjut lagi Penerbangan ke kota Lampung. Aku menggunakan transportasi udara. Hari ini pilihan aku adalah Lion Air.


Memang capek juga selama perjalan,  karena aku harus menempuh perjalanan lebih dari 6 jam (termasuk transit ya teman - teman). Hehe.

Sebelum pesawat lepas landas,  aku melihat langit yang biasanya indah ku padang,  hari ini aku melihatnya sedikit kelabu. Apakah penglihatan aku yang kurang jernih, efek semalam telat tidur lagi. Atau memang karena masih efek kabut asap beberapa bulan yang lalu "aku bercanda kok teman - teman,  hehe" ini hanya pemanis kata,  dikala aku merangkai kata - kata indah buat anda. "Suit - suit". Haha

Aku lanjut ya teman - teman. Sebenar cuaca sebelum berangkat memang agak sedikit kurang bersahabat. Langit yang biasanya cerah,  sekarang berawan,  namun agak sedikit kelabu.

Pramugari menyampaikan,  pasang sabuk pengaman anda,  sebelum pesawat lepas landas.  Semua penumpang tertegun diam saat pesawat menembus gumpalan awan di angkasa.
Setelah perjalanan kami sekitar setengah jam lebih,  pramugari menyampaikan bahwa "lampu sabuk pengaman dinyalakan, harap kembali ke tempat duduk masing". Penumpang masih tenang.

Namun pada aba - aba kedua dari pramugari mengatakan bahwa " Para penumpang Lion Air yang kami hormati,  tetap di tempat duduk masing - masing ,  karena cuaca pada penerbangan kita hari ini kurang baik,  kira - kira seperti itulah bahasa dari pramugari yang aku dengar. Jika kurang pas kalimatnya,  teman - teman harap maklum ya. Namanya juga lagi mengarang indah. Haha..


Alhamdulillah, sekitar 15 menit kemudian,  terdengar suara seorang laki mengatakan bahwa cuaca dalam penerbangan ke lampung saat ini cukup baik "Semua penumpang lion air lega", termasuk aku yang menulis cerita ini.  Haha.

Setengah jam sebelum landing,  aku melihat ke jendela bagian luar sebelah kanan,  kebetulan aku duduknya di bagian tengah, walaupun sebenarnya pesanan tempat duduk aku adalah di bagian jendela. Lupakan siapa yang telah menyerobot tempat dudukku. Haha..

Kembali apa yang aku lihat?  Teman - teman penasaran pasti. Yang aku lihat adalah kumpulan awan yang indah membentuk bagai istana. Saat itu aku tidak bisa mengambil fotonya,  karena handphone aku sudah aku off kan sebelum lepas landas dari Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. "Kalau aku mau pesawatkan, sebelum berangkat,  sebenarnya aku bisa pesawatkan"

Sebagai penumpang baik,  off kan lah hanphone anda, walaupun handphone anda pesawatkan. Tetap akan mengganggu navigasi. Bukankah hanphone termasuk barang elektronika juga bukan?  Hehe

Jadi aku himbau,  bagi siapa saja yang menempuh perjalanan udara, melalui penerbangan domestik ataupun internasional. Segera off kan hanphone anda,  waspada lebih baik sebelum terjadi hal - hal yang tidak di inginkan dalam penerbangan.

Trus bagaimana jika ada yang ngeyel ?. Ia akan bilang begini "kalau ajal sudah menjemput, kemanapun kita bersembunyi,  kita bakal mati juga kok"


Memang benar apa yang ia sampaikan,  namun apakah juga di bebaskan menghidupkan barang elektronik termasuk handphone di pesawatkan "Sebuah mode pesawat pada menu pilihan handphone android" Aku tidak tahu apakah mengganggu navigasi atau tidak?, jawab sendiri ya? , masih barang elektronik, bukan?.  Jawabnya pasti iya, karena handphone juga termasuk barang elektronik.

Jika semua aturan yang berlaku dalam penerbangan sudah kita ikuti. Malang tidak dapat ditolak,  mujur tidak dapat diraih.  Apapun yang terjadi dalam penerbangan, maka itu kehendak Allah SWT, " ini ungkapan pepatah, aku kutib dari pepatah orang Minang Kabau, Sumatera Barat".

Jika mau tahu artinya apa,  cari tahu sendiri ya?. Bisa teman - teman searching di google kok. Yang lagi menulis ini,  lagi malas - malasan. Haha.
Itu sepenggal cerita aku malam ini  di sebuah kamar mungil, hotel Radin Inten Syariah yang terletak tidak jauh dari bandara kota Lampung.  Aku mau cari makan malam dulu keluar ya teman - teman. Tunggu saja berita - berita menarik perjalanan BlogNotes (Joyun)
Read more

10 November 2019

Transit Di Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam

Batam (11/11) Jam 12.15, aku ceritakan perjalanan aku pada siang ini di sebuah resto yang ada di Bandara Inyernasional Hang Nadim Batam,  warung Kopi Gate 8 namanya.

Di sebuah ruangan kecil area smoking,  aku tulis cerita perjalanan aku dari Kota Padang menuju Lampung,  namun penerbangan aku siang ini, transit Batam terlebih dahulu.


Aku sampai Bandara Batam sekitar (9.30 wib), alhamdulillah penerbangan hari ini berjalan lancar. Dan sempat beberapa kali kiriman kerupuk sanjai dari teman ku (Bang Gatot namanya, ia bekerja di PLN Unit Wilayah Sumatera Barat,  bagian distribusi). Aku sempat kelupaan bawa ke pesawat, dan akhirnya harus minta ijin lagi ke pramugari untuk ijin keluar ambil paket kiriman dari teman aku tadi.. Hehe

Untung saja paket aku ketinggalan tidak jauh dari lokasi keberangkatan pesawat,  Jadi aku berlari kecil menuju kubik kopi namanya. Sebuah tempat ngopi yang berada di sekitar bandara Banda Udara Minang Kabau. Hehe


Menjelang menunggu keberangkatan pesawat menuju lampung pada siang ini (13.00). Aku rangakai kata demi kata untuk artikel singkat siang ini. Hehe.

Banyak kegiatan yang aku lalukan untuk menghilangkan kebosanan pada siang ini, sebuah laptop mungil aku buka. Apa yang bisa aku kerjakan hari ini,  aku selesaikan hari ini. Haha.


Sebentar lagi aku harus terbang lagi ke lampung,  perjalanan yang aku tempuh siang ini estimasi hampir 2 jam.

Panggilan dari petugas bandara sudah yang ke dua kali. Aku harus memasuki pesawat lagi. See you next time. (Joyun)
Read more

Damar Plaza Sebuah Mall Terbesar Pertama Di Kota Padang

Ilustrasi gambar: jejakpiknik.com
Aku masih ingat pertama kali aku mengenal kota Padang saat aku masih duduk di bangku SD.  Sebuah kota yang di kenalkan oleh Paman aku ketika itu.

Beliau bekerja di sebuah Tailor,  Bobo namanya.  Aku tidak tahu apakah Bobo saat ini masih ada atau tidak lagi. Pastinya Bobo tersebut terletak di jalan permindo kota Padang.


Ketika itu paman aku masih tinggal di Jl. Veteran. Tepatnya di sebelah bengkel PT Sutan Kasim, sebuah bengkel Mitshubisi terbesar satu - satunya yang ada di kota Padang.

Saat itu aku masih ingat, satu - satu mall yang aku kenal adalah Damar Plaza. Sebuah mall yang menurut aku ketika itu adalah mall terbesar di kota Padang. Belum ada lagi mall seperti saat sekarang ini (Basko Mall,  Transmart,  Matahari ataupun Plaza Andalas).

Setiap minggu tiba,  aku bersama Paman dan anak - anak paman jika minggu tiba kami selalu menghabiskan waktu bersepeda ria di sepanjang Jalan Ayani dan pantai Padang.

Kemudian aku pernah di bawa juga berwisata ke lubuk minturun. Sebuah sungai yang menurut aku indah,  dan di suguhkan dengan buah rambutan yang boleh dipetik langsung dari batangnya.


Kisah masa kecilku di kota padang tidaklah berlangsung lama,  karena aku harus kembali tinggal lagi bersama orang tua. Melanjutkan pendidikan SMP dan SMA di salah satu Pulau di Sumatera.

Hingga aku melanjutkan Diploma dan Sarjana pun,  aku juga menghabiskan masa remaja aku di Kota Padang. Aku memang di takdirkan kembali ke Kota Padang, sebuah kota provinsi di Sumatera Barat yang menyimpan banyak kenangan manis.

Semoga Kota Padang terus maju dan berkembang. Adat Bersandi Syarak, Syarak bersandi Kitabbullah. (joyun)
Read more

Yuk, Sholat Berjamaah Di Mesjid Raya Sumatera Barat

Mesjid Raya Sumatera Barat
Padang, Minggu (10/11) aku menikmati sholat berjamaah di Mesjid Raya Sumatera Barat. Sebuah Mesjid megah milik Provinsi Sumatera Barat yang terletak di pusat kota Padang.

Sebelumnya aku baru saja balik dari pantai Padang menikmati kelapa muda yang ada di sepanjang jalan samudera kota Padang.


Hampir 2 (dua)  jam aku berada di pantaj,  sambil menikmati indahnya pantai dan sejuknya angin sepoi - sepoi  hingga jam sholat zuhur masuk.

Karena jam sudah menunjukkan jam 12.11 wib,  aku memutuskan untuk sholat zuhur di mesjid Raya Sumbar ini. Sebuah mesjid yang aku pikir cukup megah.

Disamping itu daya tampung jamaah cukup luas juga. Aku tidak dapat memperkirakan berapa jumlah daya tampung mesjid ini. Jika aku perhatian, ribuan jamaah dapat di tampung di Mesjid Raya Sumbar ini.

Biasanya jamaah yang melaksanakan sholat berjamaah di Mesjid Raya Sumbar, boleh dikatakan hampir seluruh pengunjung yang datang ke Kota Padang. Baik pengunjung dari lokal Sumatera Barat saja. Maupun pengunjung dari luar Sumatera Barat.


Berikut ini adalah potret yang aku ambil ketika aku memasuki dalam mesjid. Aku pastikan,  siapapun yang melakukan sholat berjamaah dalam mesjid ini. Hatinya akan menjadi tenang,  pikirannya menjadi sejuk dan jiwanya menjadi adem.
Bagian Dalam Mesjid Raya Sumatera Barat
Disamping itu parkiran di Mesjid Raya Sumbar ini juga lumayan luas. Aku perkirakan ratusan kendaraan bisa di tampung di mesjid ini. Jadi teman - teman tidak usah kuatir lagi mengenai parkir kendaraan teman - teman.


Demikian cerita kita siang ini,  kebetulan hari ini juga lagi Tour De Singkarak. Aku mau ambil beberapa foto terbaik hasil jepretan aku siang ini. Dan nantinya aku akan publish di blognotes nantinya. (by joyun)
Read more

Menikmati Kelapa Muda Di Pantai Padang Efek Bangun Kesiangan.

Padang (10/11) merupakan hari yang benar membuat aku tertawa kecil sendiri. Hehe.

Bayangkan ketika aku baru tidur sudah larut pagi,  jam berapa aku tidur saja aku tidak ingat lagi. Karena memang selepas aku balik dari Kota Pariaman, lalu langsung mengitari kota padang lagi. Dan paginya selesai mandi pagi, langsung mau starter mobil,  apa yang terjadi?  Ban kiri mobil aku ga ada angin lagi. Haha


Akhirnya aku buka ban mobilku dari sarangnya, hehe.  Lalu aku bawa ke tukang tambal ban. Lagi - lagi tukang tambal ban bilang bahwa ban tidak bocor,  tapi karena ada kotoran pasir saja di sela bagian luar ban mobil yang membuat angin ban tidak tersimpan maksimal.

Rencana aku memang mau balik kost malam itu. Sesuatu aku baca pada sebuah group wa,  bahwa ada ayahanda dari teman sekantor aku meninggal dunia. Dan aku putuskan untuk langsung cabut kerumah duka.

Selepas itu aku kembali ke kost, aku bangun kesiangan. Dan baru ingat aku harus mengantar temanku ke bandara. Akhirnya batal dech. Haha

Karena cuaca siang ini lumayan panas,  aku putuskan untuk mencari kelapa muda terlebih dahulu. Seorang pedagang kelapa muda berhasil aku temukan di sepanjang jalan samudera pantai padang.


Disini kelapa mudanya masih segar - segar lho teman - teman. Bayangkan saja aku langsung menghabiskan 2 (dua)  biji kelapa muda tanpa basa basi. Hehe


Karena hari ini memang hari terakhir tour de singkarak,  dan waktu zuhurpun sebentar lagi juga mau masuk. Aku putuskan untuk meninggalkan lokasi dan langsung ke cari masjid. Akhirnya aku putuskan Mesjid Raya Sumbar sebagai pilihan sholat zuhur siang ini. (joyun)
Read more

Pesona Tour De Singakarak 2019 Dan Wakaf Buku Di Kopi Batigo Di Padang Sumatera Barat

Tour De Singkarak 2019 - Di Depan Mesjid Raya Sumbar
Padang (10/11), hari ini merupakan hari terakhir pesta wisata Internasional bersepeda di Sumatera Barat,  yang kita kenal dengan Tour De Singkarak.

Selepas aku melaksanakan sholat zuhur tadi di Mesjid Raya Sumbar,  aku menyempatkan diri untuk menonton aksi bersepeda para peserta Tour De Singkarak 2019.


Beberapa foto pada moment Tour De Singkarak pada hari ini sempat aku abadikan. Foto yang aku ambil pas di depan Mesjid muslimin Raya Sumbar.

Beberapa teman - teman yang lain juga sempat mengabadikan moment Tour De Singakarak hari ini. Ada yang mengambil video dan ada yang mengambil potret foto saja.

Tour De Singkarak yang berlangsung lancar dihadiri dan dibanjiri oleh pengunjung yang tidak bisa aku deteksi dari mana saja. Sepanjang jalan dibanjiri oleh warga yang penasaran melihat aksi dari peserta Tour De Singakarak,  kebetulan hari ini hari terakhir Tour De Singkarak.

Pada aksi Tour De Singakarak pada siang ini,  aku disuguhi oleh pemandangan yang berbeda di depan aku. Seketika aku arahkan kamera aku kedepan. Sekelompok pemuda dan pemudi melakukan aksi amal.
Sebuah kegiatan amal yang aku acungkan jempol buat pemuda dan pemudi ini. Aksi wakaf buku ,  dan nantinya hasil lelang buku itu akan di perbantukan untuk taman bacaan di kampung - kampung yang membutuhkan, terutama di Sumatera Barat.


Acara wakaf buku yang berlangsung selama 2 (dua)  hari di salah satu resto, persis di depan Mesjid Raya Sumbar. Kupi Batigo nama restonya.

Aku juga sempatkan memborong beberapa buku disana. Dan memang buku yang aku beli sesuai dengan kriteria buku yang aku butuhkan juga.

Sampai malam ini aku belum selesai baca buku tersebut,  karena ada kesibukan lain yang harus aku selesaikan sebelum besok berangkat ke Lampung. Hehe

Semoga malam ini sebelum tidur aku sempatkan baca buku yang sudah aku beli tersebut.


2 (dua)  info yang dapat aku publish dalam 1 (satu)  artikel malam ini:
1). Final Tour De Singkarak 2019 dan
2). Wakaf Buku yang diselenggarakan oleh pemuda dan pemudi kreatif (julukan nama yang aku berikan)

Demikian goresan aku malam ini. Pastinya nanti aku akan publish. Ikuti terus artikel singkat aku setiap hari hanya ada di BlogNotes. (Joyun)
Read more