18 Januari 2016

Objek Wisata Gunuang Padang



 
Berdiri kokoh di pesisir Pantai Kota Padang. Berada persis di mulut muara Sungai Batang Arau. Bukit ini memiliki ketinggian lebih kurang 80 km dari permukaan laut. Kondisi lahannya 25 % berpasir, 45 % tanah liat dan 35 % berbatuan. Dan pada beberapa ruas dinding batunya yang vertikal sering dijadikan sebagai arena panjat tebing.

Gunung Padang merupakan rangkaian dari Bukit Gado-Gado, Bukit Air Manis dan Bukit Putuih. Pola rangkaian melingkar ini sepertinya melindungi Kota Padang dari keganasan tiupan angin barat dan hempasan ombak Samudera Indonesia.
  

Ketangguhan Gunung Padang menghadapi fenomena alam telah terbukti dalam sejarah. Seperti gempa di kawasan pantai bagian barat pulau Sumatera pada tahun 1696, 1763, 1770, 1797, 1833, 1864, dan 1892.


Beberapa diantaranya pernah menimbulkan gempa besar dan tsunami, seperti tahun 1696 dan 1797 yang menghancurkan Kota Padang, bahkan beberapa perahu yang tertambat di Muaro Padang sampai terlempar ratusan meter ke arah daratan. 

Terakhir gempa tahun 2009 yang memporakporandakan Kota Padang. Namun Gunung Padang masih tangguh dan tidak bergeming sedikitpun. Dan hari ini, Gunung Padang semakin berbenah dan mempercantik diri, agar semakin menarik untuk dikunjungi. 



Beberapa daya tarik Gunung Padang saat ini adalah :
1. Gerbang masuk dengan pola dan arsitektur Minangkabau.
2. Jalan masuk beraspal beton.
3.  Pagar dinding pengaman
4.  Susunan batu pijat refleksi
5.  Gazebo / Pesanggrahan.



Struktur kawasan Gunung Padang menyajikan kerimbunan pepohonan dan belukar yang bercirikan tropis. Beberapa dinding cadasnya dapat digunakan sebagai wadah panjat tebing. 
Sedangkan pada salah satu ceruk batu cadasnya terdapat sebuah duplikat makam Legenda Sitti Nurbaya. Di bagian puncak Gunung Padang terhampar taman yang rimbun dan dari sini kita bisa melihat hamparan Samudera Indonesia, Pantai Air Manis, Pulau Pisang Gadang, Kota Padang dan pantainya, dan beberapa pulau dari kejauhan. 


Daya tarik lain adalah beberapa bunker atau benteng kecil, yang dapat kita jumpai tidak beberapa jauh dari gerbang masuk sampai ke puncak Gunung Padang. Satu diantaranya memiliki meriam dengan panjang lebih kurang 8 meter. 


Legenda Gunung Padang

Sejak dulu sampai sekarang orang masih menyebut Gunung Padang sebagai Gunung Monyet (Monkey Mountain). Hal lain yang sudah mulai terlupakan adalah legenda yang melekat pada keberadaan Gunung Padang ini.
1.  Legenda Siti Nurbaya
Gunung Padang merupakan tempat pertemuan Siti Nurbaya dengan Syamsul Bahri. Dan tempat Siti Nurbaya di kuburkan pada sebuah gua batu disebelah kanan sebelum sampai ke Puncak Gunung Padang.


Gambar : Jembatan Siti Nurbaya : h4nk.blogspot.com


2.  Legenda Tiga Makam Kuno berusia sekitar 5 abad (Makam Keramat)  
a.  Makam Syekh Zainuddin 
        Dulu disebut juga  dengan Makam Terbang. Waktu Syekh ini wafat di kuburkan di Seberang Padang. Kemudian makam itu terbang setelah Syekh tersebut dalam mimpi sahabatnya agar dipindahkan ke Gunung Padang. Diperkirakan terletak di mulut gua yang menghadap kea rah laut dan berkemungkin berada di sisi kanan taman Sitti Nurbaya.
b.  Makam Syekh Basyir dan Syekh Alamsyah gelar Raja Pesisir 
Syekh Basyir diyakini manusia berdarah putih. Waktu Syekh Basyir akan dikuburkan di Gunung Padang, ketika melintasi Sungai Batang Arau air sungai tersibak sehingga tidak perlu menggunakan perahu untuk menyeberang.
Terletak ke arah Selatan jalan menurun dari Puncak Gunung Padang atau Taman Siti Nurbaya, jaraknya ± 200 setelah melewati komplek perkuburan Muslim dan Cina Muslim. Makam dua syekh tersebut terletak di bagian atas dalam komplek berpagar tembok.
c.  Legenda Gunung Padang Ba Ula Nago 
Konon bersarang dalam gua yang panjang di perut gunung dengan mulut gua menghadap ke laut.

Cukup beragam pilihan wisata yang ditawarkan jika berkunjung ke Gunung Padang. Silahkan datang dan kunjungi kemudian rasakan pesona alam jika berada di puncak Gunung Padang, atau memandang laut dari dekat di kaki Gunung Padang.
  
Sumber : Sumbar Online
 







 
Berdiri kokoh di pesisir Pantai Kota Padang. Berada persis di mulut muara Sungai Batang Arau. Bukit ini memiliki ketinggian lebih kurang 80 km dari permukaan laut. Kondisi lahannya 25 % berpasir, 45 % tanah liat dan 35 % berbatuan. Dan pada beberapa ruas dinding batunya yang vertikal sering dijadikan sebagai arena panjat tebing. - See more at: http://www.sumbaronline.com/berita-10139-gunung-padang-hari-ini.html#sthash.aZdBbBiU.dpuf
Berdiri kokoh di pesisir Pantai Kota Padang. Berada persis di mulut muara Sungai Batang Arau. Bukit ini memiliki ketinggian lebih kurang 80 km dari permukaan laut. Kondisi lahannya 25 % berpasir, 45 % tanah liat dan 35 % berbatuan. Dan pada beberapa ruas dinding batunya yang vertikal sering dijadikan sebagai arena panjat tebing. - See more at: http://www.sumbaronline.com/berita-10139-gunung-padang-hari-ini.html#sthash.aZdBbBiU.dpuf
Berdiri kokoh di pesisir Pantai Kota Padang. Berada persis di mulut muara Sungai Batang Arau. Bukit ini memiliki ketinggian lebih kurang 80 km dari permukaan laut. Kondisi lahannya 25 % berpasir, 45 % tanah liat dan 35 % berbatuan. Dan pada beberapa ruas dinding batunya yang vertikal sering dijadikan sebagai arena panjat tebing. - See more at: http://www.sumbaronline.com/berita-10139-gunung-padang-hari-ini.html#sthash.aZdBbBiU.dpuf
Berdiri kokoh di pesisir Pantai Kota Padang. Berada persis di mulut muara Sungai Batang Arau. Bukit ini memiliki ketinggian lebih kurang 80 km dari permukaan laut. Kondisi lahannya 25 % berpasir, 45 % tanah liat dan 35 % berbatuan. Dan pada beberapa ruas dinding batunya yang vertikal sering dijadikan sebagai arena panjat tebing. - See more at: http://www.sumbaronline.com/berita-10139-gunung-padang-hari-ini.html#sthash.aZdBbBiU.dpuf
Load disqus comments

0 komentar