5 September 2018

Bagaimana Membangun Taman Kekayaan?


Mengapa saya banyak-banyak bicara tentang Rezeki & kekayaan di sini?
Karena :
muslim itu wajib kaya. Memang ada yang mengangung-agungkan kemiskinan, tapi saya tetap menganggap bahwa orang kaya itu jauh lebih berdaya dibanding orang miskin. Orang miskin shalat, orang kaya juga sholat dan bisa membangun mesjid. Orang miskin menyedekahi yatim piatu sekedarnya, orangkaya menyedekahi mereka dan membagun panti asuhan. Orang miskin sekolah dan ngaji, orang kaya bisa sekolah, ngaji dan membangun pesantren atau rumah tahfidz.

Karena kekayaan erat terkait dengan rezeki. Banyak orang yang menganggap orang yang banyak rezeki itu adalah orang yang banyak uang alias orang kaya.

Bagaimana Proses Membangun Taman Kekayaan itu?
  1. BENIHNYA ADALAH BAKAT DAN MINAT
Semua tanaman diawali dari benih yang ditanam dan selanjutnya berkembang. Jika ingin taman kita tumbuh dari tanaman yang subur, pakailah benih berkualitas. Itulah bibit unggul. Kalau untuk konsep kekayaan, benihnya adalah bakat dan minat. Setiap orang telah diberikan bakat dan minat yang berbeda-beda oleh Sang Pencipta. Bayangkan jika Bill Gates membuat hamburger atau pizza, akankah dia sekaya sekarang? Pasti tidak, karena bakat dan minatnya adalah komputer.


Bagaimana menemukan bakat dan minat  kita? Segala hal yang membuat kita bersemangat bangun di pagi hari karena tidak sabar ingin membuat sesuatu. Bahkan kita rela mengerjakannya tanpa dibayar alias gratis,  itulah minat dan bakat kita. Ambillah benih itu dan tanamlah.

    2. AIRNYA ADALAH PENGETAHUAN DAN JARINGAN

Siramilah benih yang telah kita tanam tadi dengan air yang diperoleh dari tempat lain. Berjuanglah untuk mengambil air untuk menyiram  benih tanaman kita. Itulah pengetahuan dan jaringan. Berinvestasilah dalam pendidikan yang sesuai dengan minat dan bakat kita. Bertemanlah dengan banyak orang, bangun jaringan (networking). Hargai dan bantu mereka dan kita akan melihat mereka menjadi air terbaik yang akan menyirami benih dan tanah kita. Subhanallah.

    3. PUPUKNYA KARAKTER DAN TUJUAN

Setelah benih dan air yang cukup harus diberi pupuk sebagai tambahan hara. Itulah karakter dan tujuan. Ingatlah Allah dalam setiap kesempatan. Ingatlah rumah ibadah, ingatlah agama, libatkanlah Allah dalam setiap kegiatan anda, jadikan semua aktivitas kita bernilai ibadah. Itu adalah pupuk terdahsyat yang dikirim oleh Sang Penggengam Rezeki. Lalu pasang komitmen hanya pada syariah. Terlalu banyak godaan untuk memakai riba, tapi percayalah itu hanya racun tanaman. Hindari sajalah.

Jangan lupakan perbaiki karakter anda sebagai orang yang jujur, ikhlas dan punya pengendalian diri yang baik.

   4. MATAHARINYA ADALAH KREATIVITAS

Mulailah mencari apa yang dibutuhkan dan diinginkan orang. Setiap orang pasti punya kebutuhan dan keinginan bukan? Penuhi itu ! Jadilah matahari yang memenuhi kebutuhan penduduk bumi tanpa pilih kasih. Bagi yang tak punya rumah, sediakan rumah. Yang butuh makanan sediakan makanan atau masakkan makanannya. Bagi yang haus sediakan minumnya. Usaha yang memenuhi keinginan dan bangun Audiens atau Database dari orang-orang yang Tertarik dengan Bisnis Anda

Tahukah Anda…
Apa sebenarnya ASET PALING BERHARGA yang bisa dimiliki sebuah bisnis?
BUKAN Modal, BUKAN Sumber Daya Manusia, BUKAN pula Teknologi... Jadi Apa?
Yaitu ATTENTION dan TRUST atau PERHATIAN dan KEPERCAYAAN dari orang-orang yang TERTARIK dengan Bisnis Anda dan ingin MENDENGAR dari Anda.

Di jaman dimana perhatian orang terpecah ke banyak arah, mendapatkan ATTENTION  dari orang-orang yang TERTARIK dengan apa yang ditawarkan oleh Bisnis Anda tidaklah mudah.
Oleh sebab itulah, KUNCI KESUKSESAN sebuah bisnis di jaman sekarang adalah MEMILIKI AUDIENS atau Database dari orang-orang yang TERTARIK dengan apa yang Anda sampaikan.

Biasanya database yang Anda kumpulkan adalah Nama, Email dan No HP (atau Whatsapp sekarang ini).
Biasanya (tidak selalu) semakin BESAR Database dari orang-orang yang ingin mendengar dari Anda, semakin BANYAK pula customer dan klien yang akan Anda dapatkan.

Memiliki Audiens atau database seperti itu ibarat seperti Anda bicara di atas panggung atau platform di depan banyak orang yang TERTARIK mendengarkan apa yang Anda sampaikan.

Karena kebanyakan pemain online saat itu (dan sampai sekarang) ingin bisa LANGSUNG Menjual ke orang. Mereka merasa strategi membangun audiens atau list building itu hal yang merepotkan. Kelamaan, katanya :)
Tetapi karena saya sudah pernah punya pengalaman membangun bisnis sebelumnya, jadi sudah tahu pentingnya prinsip membangun Relationshiop dan Trust dengan prospek atau calon customer.

Saya tahu, mengerti dan percaya dengan ungkapan :
People Do Business with People They KNOW, LIKE and TRUST.
Orang berbisnis dengan orang yang mereka kenal, suka dan percaya.
Oleh sebab itu, walaupun kesannya menghabiskan waktu dan energi, proses membangun audiens tetap kami lakukan sejak awal.

Dengan melakukan strategi membangun audiens dengan baik, Anda bisa membangun relasi dengan ribuan, puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang. Sehingga saat meluncurkan produk, kita tidak pernah start dari nol.

Dari sekian banyak orang, tentu akan ada yang tertarik dengan apa yang kita tawarkan.  Tentu tidak mungkin semua, tapi gak jadi masalah jika mereka belum tertarik karena kami mengerti waktu dan kebutuhan setiap orang berbeda.

Selama Anda terus membangun relasi dan kepercayaan dengan audiens Anda, maka saat waktunya sudah tepat, mereka akan ingat dan membeli dari Anda.
Jadi saran saya untuk Anda adalah mulai sekarang, jangan selalu berpikir, yang penting adalah Langsung Menjual (alias langsung dapat duit) atau sering saya sebut melakukan Direct Offer.

Mulailah untuk berpikir untuk melakukan strategi Membangun Audiens juga yaitu mengumpulkan orang-orang yang tertarik dengan bisnis Anda. Gak beli gak apa-apa, yang penting mereka mulai Kenal dengan Anda, lama-lama jadi percaya dengan Anda.

Sebagai contoh, misal kalau Anda bergerak di bidang jasa disain interior dan furniture. Daripada Anda promosi kemana-mana tentang jasa Anda, akan lebih baik jika Anda membangun audiens dari orang-orang yang tertarik dengan topik ini.

Anda bisa mulai dengan membuat konten berupa artikel, ebook atau video yang menjelaskan tentang Tips-tips Memilih dan Menata Furniture untuk Ruangan Kecil, misalkan.

Orang-orang yang mengambil ebook atau melihat video Anda, jadi mendapat manfaat dan mulai mengenal Anda. Sehingga suatu saat mereka membutuhkan jasa disain interior atau furniture, mereka akan ingat dan menghubungi Anda, bukan pesaing yang tidak mereka kenal.

Semoga bermanfaat
By. Akhmad Hasan
Load disqus comments

0 komentar