6 Oktober 2018

Catatan Perjalanan Fatris M, Kabar Dari Timur

Saat sekujur bumi begitu mudah dipantau Google Map, ketika jarak telah sedemikian rupa dipangkas mesin-mesin transportasi, dan tiap saat foto-foto dari berbagai belahan bumi berseliweran ke hadapan kita, masihkah perjalanan memberi arti?

Timur Indonesia di mata Fatris lebih dari sekedar alam yang perawan, masyarakat tradisional, keindahan tersembunyi, dan pujian-pujian semacam itu.

Fatris dalam catatannya, berupa masuk ke dalam, terlibat langsung dengan masyarakat, tinggal bersama mereka, mendengarkan narasi mereka, sehingga yang ia tulis suara dari dalam.

Terhadap pariwisata, Fatris tak selalu optimis, sebab ada ironi di situ.
Fatris adalah seorang pencatat, merenungi setiap perjalanannya.

Bahasa yang dipilih juga sangat menarik. Sebuah koleksi yang perlu dimiliki, dan terutama dibaca, oleh siapa pun.

Saya harap, buku ini bisa menjawab pertanyaan besar: Apakah betul masyarakat di gugusan kepulauan Nusantara ini, memakai kalimat Denys Lombard di tengah tulisan ini, "beku dalam keindahan berwarna-warni"? Apakah gambaran-gambaran tentang gugusan kepulauan Nusantara sekarang masih tetap sama (kontinutas) atau mengalami perubahan yang nyata (diskontinuitas) dari gambaran yang terdapat dalam karya-karya klasik catatan perjalanan yang berasal dai abad-abad silam?

Buku ini berisi sejumlah artikel yang saya tulis tentang perjalanan saya beberapa daerah di Indonesia Timu pada tahun 2011-2016. (Fatris MF).

Oleh:
Fatris MF,
Kabar dari Timur, Catatan Perjalanan,
Full Colour,
Jakarta, FMF & Matakiriku Creative, 2018,
xxx+313 hlm,
145.000
Pemesanan Buku SMS/wa: 0818-0271-7528

Profil Penulis : fatrism.com
Load disqus comments

0 komentar