25 Oktober 2018

Kata Nan Ampek Pusaka Ranah Minang


Saya dilahirkan dari keluarga Minang yang selalu di ajarkan berbicara dengan sopan santun. Menghargai orang lain adalah kebiasaan yang selalu diajarkan di lingkungan keluarga besar kami. Mulai dari bertutur kata, adab makan dan lain - lain sebagainya yang berhubungan dengan pergaulan sehari - hari.

Dikalangan pergaulan sehari - hari kalangan anak minang jaman now, ada sebagian yang lupa menjaga etika berbicara sopan santun. hehe

Ada 4 kata yang saya dapatkan di Ranah Minang yaitu Kato Nan Ampek:

Kata Mendaki / Kato Mandaki
Merupakan sebuah ungkapan pendidikan bagaimana cara berbicara dan bersikap kepada orang yang lebih tu dari kita. Kato mandaki merupakan sikap sikap yang kita tunjukan kepada orang yang lebih tua seperti kalau berbicara tidak membentak/ kasar, mendengarkan nasihatnya, tidak membantah pembicaraan atau pengajarannya. Ungkapan kata mendaki ini adalah cara pergaulan kepada orang yang lebih tua seperti anak kepada orang tuanya, kemanakan kepada mamak, murid kepada guru dan adik kepada kakak.


Kata Menurun / Kato Manurun
Ungkapan yang menggambarkan bagai mana cara bersikap, berbicara seseorang dengan yang lebih  muda dengannya. Di artikan juga dengan tindakan mengayomi, menyayangi yang lebih kecil dari kita. ungkapan ini di gunakan oleh orang tua kepada anak, guru kepada murid ,mamak kepada kemanakan dll.

Kata Mendatar / Kato Mandata
Ungkapan sikap berbuatan atau tindakan, cara berbicara kepada yang sama besar dengan kita ungkapan ini digunakan oleh teman sepermainan. saling menghormati dan menghargai sebaya dengan kita

Kata Melereng / Kato Malereng
Ungkapan sikap tindakan dan cara berbicara dengan orang yang kita segani, hormati. ungkapan ini ditujukan dalam pergaulan sehari hari antara mando jo sumando, ipa jo bisan

Sampai saat ini, kata yang 4 ini menjadi pedoman dalam pergaulan saya sehari - hari. Saya berusaha menjaga tutur kata baik dalam keseharian di rumah, di masyarakat, maupun dilingkungan pekerjaan. Semoga putra - putri ranah minang dimanapun berada, juga mulai menjadikan kata nan 4 ini sebagai pedoman dalam pergaulan sehari - hari. Jangan dilupakan warisan leluhur nenek moyang kita.

By. joyun
Dikutip dari kompasiana

Load disqus comments

0 komentar