28 Oktober 2019

Asal Usul Nama Karambia Di Sumatera Barat


Karambia (Kelapa) merupakan sebuah buah/biji besar dan biasanya bulat yang dibaluti sabut yang menghasilkan santan. Biasanya digunakan oleh masyarakat Minang Kabau untuk memasak gulai dan lain - lain.

Berbagai aneka macam hasil makanan yang bisa di hasilkan dari santan karambia (kelapa) ini. Mulai dari Randang,  gulai ikan dan lain - lain sebagainya. Dan tanpa aku sebutkan satu persatu masakan apa yang bisa di hasilkan, bagi kaum ibu - ibu di Minang Kabau sudah pasti tahu.

Karambia berasal dari kata karam dan bia (Karam dan Biar). Zaman dahulu kala karambia (kelapa) tumbuhnya di pinggir sungai atau tabek (kolam).


Ceritanya begini:
Dahulu kala ada dua orang pemuda yang akan berencana memanjat pohon kelapa. Akhir cerita Satu orang memanjat batang kelapa lalu menjatuhkan biji kelapa kebawah dan satu orang stanby menunggu di pinggir sungai.

Ketika kelapa pertama jatuh, kelapa tersebut diambil oleh pemuda tersebut lalu di taruh di suatu tempat yang sudah disediakan. Beberapa kelapa sudah turun dari pohonnya

Ketika kelapa berikutnya jatuh,  si pemuda terkejut saat kelapa masuk kesungai. Setelah tenggelam kok mengapung lagi. Seharusnya tenggelam ya tenggelam. Kok ini nongol lagi ya?

Karena masa itu buah kelapa belum ada namanya,  si pemuda mencoba membawa ke sekitar sungai yang dangkal lalu mencoba praktekkan lagi peristiwa kelapa yang jatuh ke air tadi.

Praktek dicoba:
Dalam bahasa minang,  tenggelam sama dengan karam. Dan biar sama dengan bia.

Kelapa dicoba di tenggelamkan dan di biarkan. Lalu muncul lagi ke permukaan. Karena ketika itu buah kelapa belum ada nama. Maka dinamakanlah Karambia (Karam biarkan), sesuai asal usul bagaimana buah kelapa tenggelam lalu muncul lagi.

Aku tidak tahu apakah ini cerita dongeng atau tidak. Apakah ini sebuah cerita legenda atau tidak. Namun cerita ini aku dapatkan dari cerita - cerita seorang asal minang kabau.

Demikian info asal nama Karambia (Kelapa) di Minang Kabau Sumatera Barat.  Ini hanyalah cerita pemanis kata dikala malam, dan mengukir sejarah dikala sekarang. Semoga bermanfaat. (joyun)
Load disqus comments

0 komentar