15 Oktober 2019

Baik Menurut Kita, Belum Tentu Baik Menurut Orang Lain


Aku bukanlah manusia yang sempurna dimuka bumi ini. Namun aku belajar untuk menjadi terbaik dari orang - orang baik. Aku bukanlah manusia pesimis,  namun aku adalah manusia optimis. Dan aku terus melakukan yang terbaik dan berharap dapat bermanfaat bagi orang lain disekitarku.

Ketika aku harus menghadapi berbagai macam karakter orang,  disana pula aku tahu bahwa ternyata aku hanya manusia biasa yang tentunya menghargai perbedaan. Perbedaan bukanlah menjadikan aku sosok manusia yang lemah,  namun dapat menjadikan jiwa dan ragaku menjadi insan yang kuat.

Aku memang sudah ditakdirkan untuk terus mempelajari seluruh karakter orang,  Berbagai karakter yang membuat aku paham mengenai sosok jiwa siapapun yang aku hadapi. Ketika aku menghadapi sejuta orangpun,  disanalah aku akan terus berpegang pada prinsip hidup bahwa kita dilahirkan untuk saling menghargai dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan.


Disakiti,  ataupun tersakiti adalah hal yang biasa pada setiap insan manusia di muka bumi ini. Namun jangan pernah hati kita beku pada sebuah keadaan. Keadaan dimana membuat jiwa seseorang menjadi sangat rapuh dan gampang terbawa perasaan.

Memang benar bahwa ketika perasaan harus bercampur dengan suatu delima hidup,  maka jiwa yang baik mencerminkan hati yang baik. Walaupun demikian,  kita harus belajar dan menguasai situasi dalam bentuk apapun.  Situasi yang kadang membuat kita lelah.

Jika kita terus berbuat baik,  inshaallah kita akan terus menuai kebaikan. Namun jika kebaikan yang sudah kita tebar,  jangan pernah kita balas lagi dengan keburukan disaat kita mendapatkan perlakuan buruk.

Teruslah berbuat baik,  meskipun kamu diperlakukan tidak baik.
Teruslah berjuang untuk kepentingan orang banyak,  walau niat baik kita belum tentu disambut baik. Setidaknya kita sudah melakukan dan memperbaiki. (joyun)
Load disqus comments

0 komentar