15 November 2019

Ada Lontong Malam Stasiun Di Kota Padang

Ini adalah kali kedua aku makan lontong malam di Lontong Malam Stasiun. Ketika itu bersama eks Manajer Bidang Pendapatan ICON+ SBU Pekanbaru (Bos Paisal) dan teman - teman kantor,  devisi Niaga, ICON+ Kantor Perwakilan Padang. Dan saat ini beliau (Bos Paisal) sudah pindah lagi ke Jakarta. Hehe


Aku tidak tahu kenapa pemilik warung lontong memberi nama Lontong Malam Stasiun? Aku berfikir bahwa, kenapa pemilik warung memberi nama Lontong Malam Stasiun,  karena terletak pas di depan Stasiun PT Kerata Api Indonesia Simpang Haru, Padang, Sumatera Barat.


Lontong malam stasiun terletak berdekatan dengan Rumah Makan Silungkang. Jika teman - teman keluar dari stasiun kereta api simpang haru,  Lontong Malam yang aku maksud, pas disebelah kanannya.

Lontong malam stasiun khusus menyediakan aneka lontong berbagai macam gulai. Mulai dari gulai cubadak (nangka),  gulai pakis hingga tauco dan pical.
Menu gulai lontong malam stasiun, terkenal dengan lontong gulai tunjang (kikil). Disamping itu disini juga menyediakan aneka minuman seperti teh telur,  kopi dan teh hangat.

Malam ini aku menyambangi tempat ini,  bukakanlah disengaja atau aku rencanakan. Namun karena kebetulan selesai menarik uang di salah satu ATM BNI yang ada di area stasiun kereta api. lebay dech.. Haha


Sebelum sampai di ATM BNI,  sebenarnya aku sudah menawarkan ke sesama rekan kerja di kantor untuk mampir dan mencoba makan lontong malam disini (pak man namanya).

Namun aku lihat situasi dulu,  jika parkiran mobil tidak penuh,  maka kita akan singgah. Namun jika parkiran mobil full maka kami langsung cabut ke kantor saja. Begitu dech,  sambil melihat situasi ketika mau balik ke kantor lagi.


Memang rizkinya yang punya warung,  akhirnya aku jadi juga menikmati lontong gulai tunjang (kikil) dengan porsi lumayan banyk juga. Hehe

Namanya juga aku baru balik dari luar kota,  dan juga saat makan malam. Akhirnya aku putuskan makan lontong malam, malam ini di ganti dengan lontong malam stasiun saja lah. Haha

Satu porsi lontong gulai cubadak (nagka) ditambah sepotong tunjang (kikil) dan sebungkus keripik balado (kerupuk cabe), aku santap malam ini.
Artikel ini aku buat selesai makan lontong malam stasiun,  aku juga masih disini saat menulis artikel singkat malam ini.

Dan aku terus berfikir, apalagi ya yang aku tulis dan lanjutkan untuk memperindah dan mempercantik isi artikel ini. Aku mulai memperhatikan sekeling tempat aku duduk. Terutama makan ringan apalagi yang dapat aku jadikan bahan cerita di dalam artikel ini. Tapi tenang teman - teman,  cerita aku ini real alias nyata semua ya. Tidak cerita yang aku rekayasa. Cikidot.

Sebatang rokok juga terus aku hisap,  walau sebenarnya aku tahu merokok tidak baik buat kesehatan.  Tapi tenang brow,  quantity rokok aku dari sebelumnya sudah berkurang kok. Tinggal menunggu saja, nanti aku mulai melepaskan kecanduan dari rokok yang aku hisap ini. Haha..


Lanjut ke topik tadi lagi,  lupakan rokok yang aku hisap.  Setelah aku teropong dari meja depan sampai meja ujung (Lebay,  haha).


Ternyata disini juga menyediakan cemilan ringan kerupuk jangek (kulit), keripik balado (kerupuk cabe), peyek,  kerupuk jariang (jengkol), dan kacang tojin.

Lontong malam stasiun juga sudah ada di Go Food, jadi jika teman - teman ingin pesan lontong malam stasiun juga bisa melalui Go Food. Gampang kan?

Jadi, jika teman - teman yang berkunjung ke kota Padang. Teman - teman bisa pesan melalui Go Food saja. Mantaps kan?

Lontong malam stasiun buka dari jam 07.00 wib sampai jam 02.00 Wib pagi lho. Jadi teman - teman dapat memesannya pada jam yang aku sebutkan di atas tadi. Ingat,  bukanya hanya sampai jam 02.00 wib larut malam.
Aku sudah lama banget duduk disini,  tidak enak dengan yang punya warung,  karena pengunjung semakin rame. Tidak enak juga sama pengunjung yang lain,  nanti tidak dapat tempat duduk. Hehe.

Sekian ulasan dari aku tentang lontong malam stasiun di Kota Padang,  Provinsi,  Sumatera Barat. Semoga bermanfaat bagi teman - teman yang sedang mencari referensi lontong malam di Kota Padang. Salam kuliner dari penulis. (Joyun)
Load disqus comments

0 komentar