11 November 2019

Dinamika Penerbangan Dari Kota Padang, Transit Kota Batam, Hingga Ke Kota Lampung

Lampung - Senen (11/11), di sebuah ruang kecil dengan cahaya yang cukup terang. Aku kembali merangkai kisah perjalanan aku hari ini,  dari Kota Padang, kemudian transit ke Bandara Internasional Hang Nadim, Kota Batam. Dan lanjut lagi Penerbangan ke kota Lampung. Aku menggunakan transportasi udara. Hari ini pilihan aku adalah Lion Air.


Memang capek juga selama perjalan,  karena aku harus menempuh perjalanan lebih dari 6 jam (termasuk transit ya teman - teman). Hehe.

Sebelum pesawat lepas landas,  aku melihat langit yang biasanya indah ku padang,  hari ini aku melihatnya sedikit kelabu. Apakah penglihatan aku yang kurang jernih, efek semalam telat tidur lagi. Atau memang karena masih efek kabut asap beberapa bulan yang lalu "aku bercanda kok teman - teman,  hehe" ini hanya pemanis kata,  dikala aku merangkai kata - kata indah buat anda. "Suit - suit". Haha

Aku lanjut ya teman - teman. Sebenar cuaca sebelum berangkat memang agak sedikit kurang bersahabat. Langit yang biasanya cerah,  sekarang berawan,  namun agak sedikit kelabu.

Pramugari menyampaikan,  pasang sabuk pengaman anda,  sebelum pesawat lepas landas.  Semua penumpang tertegun diam saat pesawat menembus gumpalan awan di angkasa.
Setelah perjalanan kami sekitar setengah jam lebih,  pramugari menyampaikan bahwa "lampu sabuk pengaman dinyalakan, harap kembali ke tempat duduk masing". Penumpang masih tenang.

Namun pada aba - aba kedua dari pramugari mengatakan bahwa " Para penumpang Lion Air yang kami hormati,  tetap di tempat duduk masing - masing ,  karena cuaca pada penerbangan kita hari ini kurang baik,  kira - kira seperti itulah bahasa dari pramugari yang aku dengar. Jika kurang pas kalimatnya,  teman - teman harap maklum ya. Namanya juga lagi mengarang indah. Haha..


Alhamdulillah, sekitar 15 menit kemudian,  terdengar suara seorang laki mengatakan bahwa cuaca dalam penerbangan ke lampung saat ini cukup baik "Semua penumpang lion air lega", termasuk aku yang menulis cerita ini.  Haha.

Setengah jam sebelum landing,  aku melihat ke jendela bagian luar sebelah kanan,  kebetulan aku duduknya di bagian tengah, walaupun sebenarnya pesanan tempat duduk aku adalah di bagian jendela. Lupakan siapa yang telah menyerobot tempat dudukku. Haha..

Kembali apa yang aku lihat?  Teman - teman penasaran pasti. Yang aku lihat adalah kumpulan awan yang indah membentuk bagai istana. Saat itu aku tidak bisa mengambil fotonya,  karena handphone aku sudah aku off kan sebelum lepas landas dari Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. "Kalau aku mau pesawatkan, sebelum berangkat,  sebenarnya aku bisa pesawatkan"

Sebagai penumpang baik,  off kan lah hanphone anda, walaupun handphone anda pesawatkan. Tetap akan mengganggu navigasi. Bukankah hanphone termasuk barang elektronika juga bukan?  Hehe

Jadi aku himbau,  bagi siapa saja yang menempuh perjalanan udara, melalui penerbangan domestik ataupun internasional. Segera off kan hanphone anda,  waspada lebih baik sebelum terjadi hal - hal yang tidak di inginkan dalam penerbangan.

Trus bagaimana jika ada yang ngeyel ?. Ia akan bilang begini "kalau ajal sudah menjemput, kemanapun kita bersembunyi,  kita bakal mati juga kok"


Memang benar apa yang ia sampaikan,  namun apakah juga di bebaskan menghidupkan barang elektronik termasuk handphone di pesawatkan "Sebuah mode pesawat pada menu pilihan handphone android" Aku tidak tahu apakah mengganggu navigasi atau tidak?, jawab sendiri ya? , masih barang elektronik, bukan?.  Jawabnya pasti iya, karena handphone juga termasuk barang elektronik.

Jika semua aturan yang berlaku dalam penerbangan sudah kita ikuti. Malang tidak dapat ditolak,  mujur tidak dapat diraih.  Apapun yang terjadi dalam penerbangan, maka itu kehendak Allah SWT, " ini ungkapan pepatah, aku kutib dari pepatah orang Minang Kabau, Sumatera Barat".

Jika mau tahu artinya apa,  cari tahu sendiri ya?. Bisa teman - teman searching di google kok. Yang lagi menulis ini,  lagi malas - malasan. Haha.
Itu sepenggal cerita aku malam ini  di sebuah kamar mungil, hotel Radin Inten Syariah yang terletak tidak jauh dari bandara kota Lampung.  Aku mau cari makan malam dulu keluar ya teman - teman. Tunggu saja berita - berita menarik perjalanan BlogNotes (Joyun)
Load disqus comments

0 komentar