16 November 2019

Gunung Merapi Punya Cerita

Ilustrasi Gambar: Pemandangan dari area kemping di Cadas Marapi (Sutomo Paguci), Kompasiana.com
Potongan kata diatas aku jadikan judul artikel, berawal dari bercerita dengan Didi Codoik (Pemandu Pendaki Gunung) pada tadi malam, Jumat (15/11).

Apa yang aku ceritakan pada malam ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya yaitu "Menikmati Malam Di Padang Panjang Dan Secangkir Teh Hangat Di Koto Baru, Sumatera Barat".


Sebenarnya mood aku belum bagus sampai malam ini, mungkin karena aku masih belum fit. Akibat beberapa hari yang lalu aku sempat ngedrop.


Memang jumat pagi aku sudah mulai fit,  dan sebelumnya aku sempat berobat ke dokter. Alhamdulillah, paginyanya aku sudah mulai fit kembali,  walau belum fit seutuhnya. Dan sejak jumat malam aku drop lagi.

"Seharusnya antara jumat (15-17/Nopember) malam sampai 2 hari kedepan, aku diminta untuk menangkan pikiran dan mengurangi beban pikiran yang berat" dengan beristirahat".Kata Dokter.

Lupakan cerita aku yang diatas,  cerita yang menurut aku tidak penting juga. Aku cuma memberi tahu teman - teman, saat ini aku lagi butuh ketenangan. Karena aku masih berharap bisa segar kembali senen depan.


Aku akan lanjut cerita tentang "Gunung merapi punya cerita" yang di awali cerita oleh Didi Codoik.

Kira - kira apa ya, Gunung Merapi punya cerita? , aku awalnya sempat berfikir juga. Apa sich gunung merapi punya cerita yang di maksud bang dodi codoik ini?


Sambil menikmati segelas minuman hangat,  aku terus berfikir dan akhirnya aku bertanya? "Bang,  apa madsudnya gunung merapi punya cerita?". Kata aku?.

Ia menjawab,  "Jika seseorang mendaki gunung, cerita yang akan di dapat adalah semakin cinta nya seseorang ke alam,  semakin menghargai alam,  saling menghargai sesama manusia", ungkap bang didi codoik.

Sesama Pendaki gunung tidak pernah membedakan pangkat dan jabatan. Sesama pendaki gunung adalah saudara,  saling bertegur sapa dan saling membantu.


Unik memang,  kenapa sesama pendaki gunung kebersamaan sangat kuat. Sesama pendaki gunung saling peduli dan saling membantu. Itulah hebatnya alam. Alam takambang jadi guru "bahasa minang" ( dan bahasa indonesianya adalah Alam terbentang jadi pembelajaran)


Teman - teman dengan mudah mendapatkan teman baru disini. Teman - teman dengan mudah mengerti, justru karena alamlah yang mengajarkan kita saling peduli,  karena alamlah kita di ajarkan untuk saling membantu,  dan karena alam kita di ajarkan bahwa kita bersaudara.

Itulah dia yang aku katakan tadi tentang gunung merapi punya cerita. Ternyata ceritanya bagus juga ya. Semakin kita menghargai alam,  semakin kita menghargai orang lain. Dan semakin peduli kita ke alam,  maka kita juga akan semakin peduli kepada orang lain. Dan begitu sebaliknya. (joyun)

Load disqus comments

0 komentar