15 November 2019

Menikmati Malam Di Padang Panjang Dan Secangkir Teh Hangat Di Koto Baru, Sumatera Barat

Lokasi : Mesjid Di Perbatasan, Kota Padang Panjang
Koto Baru, Jumat (15/11). Kota Padang Panjang merupakan kota serambi Mekah yang terletak di Provinsi, Sumatera Barat.

Sejenak aku coba menepikan mobil kepinggir untuk mencoba mengambil sebuah potret gambar, yang berupa jpg yang nantinya mau aku abadikan dalam blognotes yang biasa aku publish setiap perjalanan aku.


Dari seberang aku coba jepret beberapa buah lokasi yang aku anggap bagus. Jadilah sebuah foto yang cukup menarik,  dan akan menjadi catatan perjalanan aku malam ini.


Rencana aku mau menghabiskan malam aku di sebuah kedai kopi yang ada disekitar lokasi ini. Namun karena kedai kopi yang aku tuju sudah tutup maka aku terus memaju mobilku arah koto baru.
Biasanya malam sabtu begini,  koto baru selalu buka sampai pagi dini hari,  dan bahkan sampai pagipun masih rame.

Aku coba tancap gas mobilku dalam kegelapan malam,  yang ditemani sebuah lagu hip hop kesukaan aku. Untuk mencapai lokasi tersebut, ternyata aku membutuhkan energi yang ekstra juga. Hmmm

Walau sebenarnya mata aku ngantuk,  tenaga aku kurang fit karena kondisi aku memang lagi kurang sehat,  maklum beberapa bulan ini aku sering lembur kerja,  menguras pikiran dan bahkan karena cuaca yang kadang panas,  dan sesekali hujan membuat tubuh aku tidak dapat menerima perubahan suhu yang aku maksud.


Beberapa menit aku menempuh perjalanan dari kota padang panjang,  akhirnya aku berhasil juga menemukan sebuah kedai kopi yang terletak disebuah pasar koto baru (Sebuah tempat berkumpulnya para pendaki gunung).


Ketika aku masuk kedai kopi,  ternyata aku menemukan para pendaki gunung yang akan mendaki tengah malam ini.

Malam ini aku pesan secangkir teh hangat kepada pemilik warung. Dan secangkir teh hangat akan menemaniku malam ini.

Disaat aku duduk sendiri, seorang yang baru aku kenal,  Didi Codoik, namanya. Dan kami sempat bercerita banyak pada malam ini. 
Lokasi, Kedai Kopi, Koto Baru: Bersama Didi Codoik, Pendaki Gunung Merapi
Didi Codoik, yang berprofesi sebagai seorang pedagang,  menuturkan bahwa "saya sudah mendaki gunung sejak tahun 1992", ungkapnya denga senyuman yang ramah.


Ternyata disamping seorang pedagang di pulau jawa,  rupanya setiap sebulan sekali selalu mendaki gunung merapi bersama teman - temannya yang juga berprofesi pedagang minuman di pasar koto baru (Tempat aku nongkrong disini).


Sebenarnya masih banyak cerita yang akan aku rangkai menjelang pagi ini. Berhubung aku mau istirahat dulu. Besok pagi aku akan lanjutkan dengan judul aritkel baru yaitu Gunung Merapi Punya Cerita.

Itulah sepenggal cerita aku larut malam, menjelang pagi ini. Aku akan publish artikel ini di. BlogNotes besok pagi ya. Aku menikmati tidur malam dulu. Sudah larut pagi rupanya. (Joyun)
Load disqus comments

0 komentar