15 November 2019

Ngedrop Dapat Disebabkan Karena Pikiran

Ilustrasi Gambar: bosmebel.com

Pernahkah anda merasakan drop karena beban pikiran?. Beban pikiran dari berbagai macam situasi. Situasi beban pikiran pribadi,  beban pikiran pekerjaan dan bahkan beban pikiran keluarga. Bermacam - macam dech pokonya.

Aku pernah mengalami drop karena beban pikiran,  suatu beban pikiran yang menurut aku tidak terlalu berat karena terus kepikiran,  makanya mempengaruhi kesehatan aku.


Terkadang ada orang - orang paham dengan kondisi yang sedang kita alami. Dan terkadang ada orang - orang yang tidak paham dan mengerti dengan apa yang sedang kita alami.


Dalam hal ini, saling support sangat penting sekali. Karena support adalah obat paling ampuh. Tanpa support, kita akan menjadi lemah. Kalau di dipikir, saling support adalah obat paling mujarab ya.. Hehe..

Aku pernah mengalami beberapa kali drop hanya persoalan dari keluarga besar aku yang tidak support, dan ada juga tentang masalah pekerjaan aku,  maka orang yang pertama kali tempat berbagi bagi aku adalah orang - orang terdekat aku.

Cara mencurahkan rasa adalah dengan berbagi dan bercerita dengan orang yang kita percaya agar beban yang kita rasakan setidaknya berkurang.

Namun yang lebih penting sekali adalah bercerita apa yang kita rasakan adalah dengan Allah Swt,  karena Dialah yang paling dapat kita percaya dan memberi solusi.

Dapat aku ambil kesimpulan,  bercerita atau curhat di muka bumi ini adalah pertama dengan Allah swt dan yang kedua adalah dengan orang - orang yang kita percaya dapat bercerita dan berbagi rasa senang atau duka.


Hati - hati, jangan anda salah berbagi rasa. Baik senang atau duka, karena tidak semua manusia memberi solusi kecuali Allah swt.


Aku menulis sepenggal cerita ini,  tentang apa yang aku rasa saat ini. Aku pernah menyimpan apa yang aku rasa sendiri,  karena aku tidak tahu mau berbagi cerita dengan siapa?.  Karena seseorang yang aku yakin dapat berbagi cerita jauh atau tidak ada disamping aku.

Aku pernah mau berbagi cerita melalui telp atau wa,  terkadang melalui wa atau telpon terkadang tidak efektif juga. Karena bercerita di dunia maya tidak seindah dan se enak kita berbagi cerita di dunia nyata.

Akhir cerita aku berbagi cerita dengan Allah swt. Tuhan Yang Maha Esa yang yakin dapat memberi solusi terhadap apa yang aku rasa saat ini. Tuhan Yang Maha Esa yang dapat menenangkan jiwaku di kala pagi.

Alhamdulillah, paginya aku sudah fit lagi. Alhamdulillah aku sudah menjalani aktivitasku seperti biasa lagi.


Jujur memang,  aku tidak dapat menyimpan rasa. Rasa yang aku anggap menjadi suatu pikiran yang sangat berat bagiku. Sehingga,  terkadang dapat mempengaruhi kesehatan aku.


Hingga akhirnya aku memilih untuk menyendiri dan berbagi rasa denngaNya. Disamping aku juga berbagi rasa dengan orang - orang yang aku percaya, tempat aku mencurahkan apa yang aku rasa.

Apakah kita bisa hidup sendiri tanpa orang lain?  Apakah kita bisa meyelesaikan suatu persoalan tanpa orang lain, Dan apakah kita bisa bahagia tanpa orang lain. Tentunya tidak bisa, dan pastinya satu - satu minta petunjuk hanya padaNya, yaitu Allah Swt, yang kekal dan abadi. Yang memberi solusi dan menjanjikan. Dan yang terbaik dari yang terbaik. (Joyun)
Load disqus comments

0 komentar