23 November 2019

STNK Kertas Akan Berubah Menjadi Kartu Yang Miliki Cip

Sumber Gambar: Instagram 

Adanya wacana dari Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan meluncurkan e-STNK atau STNK elektronik yang sudah beredar di dunia maya. Tentunya ini adalah suatu kebijakan yang sangat bagus diterapkan di Indonesia, khususnya bagi pemilik kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat.
Bentuk dari fisik e-STNK yang akan diluncurkan hampir sama dengan bentuk sebelumnya, namun bedanya adalah e-STNK memiliki cip pada bagian tertentu e-STNK.

Kenapa info ini aku publish melalui blog pribadi aku?, karena aku memang benar mendapatkan info ini dari sebuah instagram pkucity beberapa hari yang lalu. Dan akhirnya aku mencoba untuk kembali menggambarkan secara umum melalui BlogNotes ini.

Direktur Registrasi Identifikasi (Regident) Korlantas Polri  Brigjen (Pol) Halim Pegara, mengatakan bahwa “Benar memang akan ada kartu e-STNK model baru, namun desain bisa saja berubah, karena masih dalam pengkajian”, begitu yang di ungkapkan oleh Bapak Halim Pegara. (via@jadetabek.info).

Menurut aku ini benar – benar terobosan yang sangat smart sekali, disamping menghemat fisik kertas, juga seluruh kendaraan yang ada di Indonesia dapat dengan mudah di monitoring. Dan tentunya ini adalah salah satu strategi yang benar harus di support oleh masyarakat Indonesia.
Keuntungan dari e-STNK adalah masyarakat dapat memudahkan mengenal pemilik kendaraan, jika pemilik kendaraan menjual kembali kepada pihak lain. Dan tentunya ini adalah salah satu strategi agar kendaraan dapat di deteksi pemilik kendaraan sebelumnya, nomor rangka, nomor mesin dan juga tahun kendaraan pemilik sebelumnya. 

Semoga dengan adanya e-STNK masyarakat dapat menerima perubahan dari STNK biasa menjadi e-STNK. Dan harapan e-STNK dapat segera tereaslisasi dalam waktu dekat ini.

Berhubung aku masih ada agenda lain, aku cukupkan samapi disini ya?, Dan ikuti terus artikel – artikel merarik yang terus aku update melalui BlogNotes aku ini. (Joyun)
Sumber: Instagram @pkucity 







Load disqus comments

0 komentar