Language

5 April 2020

Akankah Himbaun Gubernur Sumbar Tidak Pulang Kampung, Akan Di Indahkan Perantau Minang?

Sebentar lagi akan memasuki Bulan Suci Ramadhan, bulan yang penuh rahmah dan bulan yang penuh ampunan. Dan tentunya seluruh umat Muslim di Dunia sebentar lagi akan menunaikan ibadah di Bulan yang penuh ampunan yaitu Bulan Ramadhan.

Semoga di Bulan Ramadhan tahun 2020 ini masyarakat di Dunia dapat menunaikan ibadah sholat tarawih di mesjid. Aamiinn.

Aku akan lanjutkan tulisan aku di blog sederhana ini, sebuah informasi yang perlu aku sampaikan dalam BlogNotes ini yaitu terkait himbauan dari Gubernur Sumatera Barat agar perantau Minang tidak pulang kampung dulu.


Aku sadar memang, dari teman - teman yang membaca Blog ini ada yang Pro dan ada yang kontra. Karena aku yakin da percaya Orang minang memiliki ikatan silaturahmi yang sangat kuat. Dan aku tidak dapat menyangkal hal itu.

Menjelang lebaran masuk, biasanya pertengahan bulan ramadhan, biasanya perantau minang sudah berangsur melakukan perjalanan atau penerbangan ke Ranah Minang tercinta. Berkumpul bersama sanak family yang berada dikampung halaman.

Sedih memang, jika perantau minang tidak pulang kampung tahun ini, apa boleh buat dan apalah daya "Sedih sudah pasti, menangis sudah pasti". Himbauan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bukanlah melarang pulang kampung, namun hanya berjaga - jaga saja agar virus corona tidak teralalu dalam menyebar hingga ke pelosok desa atau nagari.

Memang kita merasa sehat, namun kita tidak tahu selama dalam perjalanan sebagai pembawa virus corona. Dan memang kita merasa sehat dan tidak ada gejala apapun. Menurut aku, sebaiknya undur dulu mudik pada lebaran tahun 2020 ini. Setuju ya para perantau Minang dimanapun berada, agar tahun ini pulang kampung di undur dahulu?.


Aku sengaja mempublish dalam BlogNotes ini, karena aku tergugah hati melihat kondisi masyarakat perdesaan atau nagari yang ada di Sumatera Barat masih dalam keadaan sehat - sehat saja. Jangan sampai dengan kepulangan perantau Minang Ke Sumatera Barat akan berakibat fatal dan bertambah menyebarnya wabah Corona sampai kepelosok desa atau nagari yang ada di Provinsi Sumbar.

Semoga Perantau Minang dimanapun berada membaca blog sederhana ini. Mari bersama - sama kita stop penyebaran virus corona, mari kita putus mata rantai virus corona dan mari kita jaga masyarakat desa atau Nagari atau kampung halaman Perantau Minang tidak terkena penyebaran virus corona. Salam BlogNotes.

Load disqus comments

0 komentar

Arsip Postingan

Baca Juga >>>